APA ITU HIPOSPADIA DAN JENIS HIPOSPADIA?

Gejala Hipospadia
                                    
Jika kalian sufah mengetahui pengertian mendasar soal hipospadia, saat ini kita akan lebih mengulas tentang jenis dan dampak buruk apa yang didapat jika tidak ditangani dengan cepat. Namun jika membahas kelainan fisik pada kelamin yaitu hipospadia dan tidak memberitahu pengertian mendasarnya, tidak etis rasanya. Nah apa sih hipospadia itu? Hipospadia adalah kelainan fisik pada kelamin bayi laki-laki yang baru lahir, jika pada umumnya saluran atau lubang urine berada pada bagian ujung kepala penis maka pengidap hipospadia memiliki lubang urine yang berada pada bagian bawah kepala kelamin dan zakar. Apa saja sih gejala hipospadia pada penanganan kasus yang sama berikut simak ulasannya. 


1.Subkronal
Jenis hipospadia yang pertama ini memiliki uretra yang terletak pada bagian kepala penis yang juga tidak dapat dipastikan letaknya, bisa di samping, bawah, maupun atas. Pada jenis yang ini orang yang mengidap akan kesulitan untuk membuang urine secara normal, dan harus dilakukan operasi agar tidak menimbulkan komplikasi seperti bentuk penis yang tak beraturan.

2.Poros Tengah
Pada kasus jenis hipospadia ini biasanya pembukaan uretra terletak pada bagian sepanjang batang penis, yang juga tidak tahu di mana letak pastinya, tak bisa diprediksi dengan tepat, dan yang pastinya memiliki gangguan yang sama pada kasus hipospadia jenis pertama. 

3.Penoscrotal
Untuk jenis hipospadia yang ketiga ini agak sedikit berbeda penempatan pembukaan uretranya, yaitu pembukaan uretra terdapat di bagian penis dan skrotum bertemu. Pada kasus hipospadia jenis yang ini lumayan memiliki pengaruh yang lebih mengganggu dari pada jenis lainnya.

Nah itulah beberapa jenis hipospadia, ketiga jenis hipospadia yang sudah dijelaskan di atas memiliki cara penanganan yang sama saja yaitu dengan jalur operasi, bagitupun dengan faktor penyebabnya yang tak memiliki penyebab khusus yang berbeda. Seperti yang sudah sering dijelaskan pada saat membahas hipospadia yaitu tidak memiliki dampak khusus yang mengakibatkan penyakit berbahaya, tetapi jika hipospadia tidak ditangani maka pengidap yang mengalami hipospadia akan merasakan perbedaan bentuk penis dan aktivitas seperti berhubungan seksual dan saat buang air kecil. Komplikasi terparah yang terjadi oleh orang yang terkena hipospadia jika tidak ditangani yaitu berubahnya bentuk penis yang tak beraturan serta kelainan batang penis yang akan membuatnya melengkung kebawah.  

Kasus hipospadia menurut data medis memiliki 15.000 bayi laki-laki yang mengidap kelainan hipospadia dalam waktu 1 Tahun, namun 99% orang tua yang memiliki anak mengidap hipospadia telah melakukan penanganan dengan jalur operasi oleh rumah sakit profesional. Hal ini menjadi kemajuan yang kuar biasa mengingat sangat jarang orang yang tidak melakukan operasi setelah mengetahui anaknya terkena hipospadia, kalaupun ada orang yang tak melakukan operasi pasti dapat dihitung dengan jari saja. Namun tetap saja tak ada yang dapat disepelekan dari sebuah penyakit baik kelainan maupun penyakit organ, maka dari itu pastikan berkonsultasi dengan baik saat ingin memiliki anak seputar kehamilan, berkonsultasi juga merupakan hak yang dapat meminimalisir anak untuk terkena kelainan hipospadia dan penyakit kelainan lainnya. '

Nah itulah pengertian seputar hipospadia dan apa saja jenis hipospadia, pada dasarnya hipospadia dapat ditangani dengan mudah melalui jalur operasi namun kita bahkan medis sekalipun belum mengetahui faktor penyebab utama terjadinya hipospadia pada anak, untuk itu sekaku berkonsultasi lah dengan medis agar mengetahui hal apa saja yang tidak boleh dilakukan pada masa kehamilan demi melahirkan anak yang sehat dan normal.

Posting Komentar

0 Komentar